Penelitian Studi Pendahuluan Penemuan Toxoplasma gondii dari Wanita Keguguran di Jakarta dan Bandung

Toxoplasma gondii merupakan parasit protozoa obligat intraseluler penyebab toxoplasmosis pada manusia dan hewan. Akibat infeksi toxoplasma ini umumnya asymptomatis baik pada manusia maupun hewan. Pada manusia akibat yang sangat merugikan adalah terjadinya toxoplasmosis mengental pada ibu-ibu yang mengalami infeksi primer dan akut dengan akibat keguguran, lahir kemudian mai atau cacat permanen (hydrocephalus,chorioretinis yang kemudian bisa menjadi buta dll). Angka kematian bayi di Indonesia menurut sensus penduduk 1990 sebesar 71 kematian bayi per 1000 kelahiran hidup (Nardo Gunawan, 1992). Dikaitkan dengan program KIA di Indonesia yang mulai sejak permulaan seorang ibu hamil, maka AKB sejak dalam kandungan ibunya akan menjadi sangat tinggi karena keguguran. Keguguran spontan yang terjadi di RSCM Jakarta dan RSHS Bandung. Pada penelitian studi pendahuluan penemuan Toxoplasma gondii di RSCM Jakarta dan RSHS Bandung ini, pelaksanaannya dimulai dengan datangnya sampel darah dan placenta dari ibu-ibu kegugran di Bandung pada tanggal 5 Agustus 1993 dan di akhiri dengan pengiriman sampel tersebut pada tanggal 25 Nopember 1993 dari RSCM Jakarta. Pemeriksaan antibody dalam serum darah yang diterima dilakukan di bagian parasitologi FKUI dengan test ELISA, sedangkan pemeriksaan placenta untuk mendeteksi adanya kista Toxoplasma gondii dilakukan di laboratorium Puslit Penyakit Menular Badan Litbangkes dengan cara dicerna dengan trypsin dan inokulasi pada mencit putih dan pengamatan mikroskopis dengan metoda tekan dari Hanaki. Pada sampling tersebut terkumpul sampel darah seluruhnya 178 sampel dan sampel placenta seluruhnya sebanyak 180 sampel. Hasil tes ELISA telah dapat diperoleh pada permulaan Desember 1993 yaitu 93 positif dari 178 tes ELISA seluruh sampel darah yang berarti 52,250% positif. Adapun isolasi kista Toxoplasma karena berbagai hambatan pada pertengahan februari 1994 baru diperoleh preparat otak mencit putih sebanyak total 101 sampel yang terdiri dari 90 sampel placenta dari RSCM Jakarta dan 41 sampel dari RSHS Bandung. Apabila prosedur pada protokol penelitia dijalankan secara tepat waktu maka hasil isolasi seluruhnya sampel placenta selambat-lambatnya pada bulan Januari 1994 selesai semuanya. Hasil pengamatan placenta mikroskopis dengan menggunakan fasilitas mikrokopis Puslit Ekologi Kesehatan adalah 81 positif dari 101 sampel yang telah diselesaikan berarti 80,20% positif; selebihnya sebanyak 79 sejumlah 101 sampel tersebut baik yang positif maupun negatif telah dibuat slide untuk presentasi dimana perlu. Pemeriksaan direct smear hasilnya masih terlalu sedikit yang diterima, sedangkan maksud pemeriksaan dengan direct smear ini merupakan kemungkinan adanya tachyzoid (toxoplasma bebas) yang dapat dideteksi dibawah mikroskopis, jadi sifatnya untuk menguatkan hasil isolasi kista Toxoplasma.


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

34 x
Terbitan : 1994
Pembaruan : 2018-06-28T12:43:06Z


Kategori