Penelitian Pengembangan Sistem Informasi Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah pada 5 Rumah Sakit di Wilayah Jakarta (lanjutan)

Dengan meningkatnya masalah penyakit jantung dan pembuluh darah (PJPD) atau penyakit kardiovaskuler (PKV) di Indonesia perlu diperhatikan beberapa masalah klinik dan sosial yang mencakup masalah; diagnostik, terapi, perawatan, registrasi, dan rehabilitasi. Untuk kepentingan epidemiologik Penyakit Jantung Pembuluh Darah (PJPD) dan penelitian klinik diperlukan berbagai data prevalensi registrasi dan faktor-faktor resiko yang antara lain dapat diperoleh dari pengembangan sistem registrasi yang baik. Penelitian ini adalah suatu studi observasional prospektif dan restrospektif atau penelitian surveillans yang sifatnya deskriptif dilakukan pada bulan Oktober 1993 sampai dengan Agustus 1994. Dalam penelitian ini telah dilakukan registrasi PJPD yang merupakan salah satu komponen sistem informasi PJPD yang perlu dikembangkan untuk penderita yang berumur 25 tahun ke atas yang datang berobat jalan atau rawat inap di 5 RS yaitu; RS.Jantung Harapan Kita, RS Fatmawati, RS Pondok Indah, RS Setia Mitra, dan RS Pusat Pertamina. Pengambilan sample (pasien) dilakukan secara acak perbulannya. Procedure pengumpulan data masing-masing menggunakan kuesioner, pemeriksaan fisik EKG, dan pemeriksaan laboratorium dilakukan sesuai dengan metode MONICA/WHO Project. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian registrasi PJPD di beberapa rumah sakit di Jakarta. Registrasi PJPD adalah komponen dasar dari suatu sistem informasi PJPD itu sendiri. Subyek yang dianalisis dalam penelitian registrasi sistem PJPD ini berjumlah 816 orang, yang berumur 25 tahun ke atas. Dari jumlah subjek ini terdiri dari 422 orang laki-laki (51,7%) dan 394 orang perempuan (48,3%). Distribusi umur subjek yang terbanyak berkisar pada kelompok umur 55-64 tahun sekitar 25,7% dan 45-54 tahun 22,8% menyusul 35-44 tahun 19,9%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan prevalensi penderita PJPD yang terbanyak adalah penderita penyakit jantung iskemik (Ischaemic Heart Diseases) berkisar 36,8%, menyusuk berurutan penderita jantung hipertensi 25,2%, penderita penyakit jantung lainnya (other form of heart diseases) didapat 13,7%, penderita penyakit jantung reumatik (Chronic Rheumatic Heart Diseases) adalah 7,4% dan penderita stroke 0,7%. Sebagai faktor risiko terjadinya PJPD diperoleh prevalensii kebiasaan merokok 16,7%, kadang-kadang merokok 12,0% dan bekas perokok 15.0%. Prevalensi penderita yang tekanan sistoliknya > 160 mmHg 24,3%, sedangkan yang tekanan darah diastoliknya > 95 mmHg diperoleh 20,8%. Prevalensi sampling yang tidak gemar berolah raga dijumpai 47,8% sedangkan dari 51,5% yang diperiksa level kolesterol darah dijumpai 13.0% yang level kolesterol darah lebih dari 250 gr%. Dari penelitian sistem registrasi PJPD di 5 RS ini masih terlihat kendala administrasi, fasilitas dan ketenagaan ditiap RS khususnya terhadap sistem registrasi. Tak kurang pentingnya didapat kesan bahwa para klinikus masih belum melihat manfaat pengisian formulir registrasi tersebut untuk jangka waktu yang panjang. Masih perlu dilakukan beberapa kali penelitian sistem registrasi PJPD baik rumah sakit maupun di masyarakat melalui puskesmas untuk mendapatkan sistem informasi PJPD yang baik, dan dapat digunakan baik secara nasional maupun internasional yang dapat digunakan sebagai pedoman.


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

8 x
Terbitan : 1994
Pembaruan : 2018-06-28T12:43:07Z


Kategori