Jaringan Online Kesehatan

Jaringan Online Kesehatan Zainul Bakri, Indra Kurniawan (Temukarya Pengembangan Jaringan Kerja Surveilans Penyakit Tidak Menular?, Bogor, 22-26 Oktober 2001) Pendahuluan. Saat ini, tidak begitu mudah untuk segera mendapatkan informasi kesehatan yang akurat. Hasil penelitian, baik yang sudah dipublikasikan maupun yang masih dalam bentuk laporan sementara, kadang2 sulit bahkan tidak bisa diakses oleh mitra lainnya. Sering kejadian ini berlangsung tanpa sengaja karena ketidak-tahuan pentingnya ?sharing information/ sharing knowledge?. Ketidak-tahuan dapat terjadi karena tidak terpaparnya yang bersangkutan dengan kepentingan ini, tetapi juga dapat terjadi karena yang bersangkutan sangat sulit mengubah kebiasaan kerjanya. Keadaan ini sudah berlangsung cukup lama, mengakibatkan bertambah senjangnya penguasaan informasi antara atasan dan bawahan, antara pusat dan daerah terpencil, antara peneliti senior dan junior. Keadaan ini juga berperan pada tidak berkesinambungannya pola pikir tahun yang silam dengan saat ini. Banyak pemborosan sumber daya, karena yang bersangkutan merasa harus mulai dari awal lagi untuk menghasilkan informasi baru yang sebenarnya sudah ditemukan oleh mitra lainnya. Dilain pihak, keadaan ini dapat mengakibatkan kegiatan yang tumpang tindih/ duplikasi dimana yang bersangkutan melakukan kegiatan yang sama dengan mitra lainnya. Kesenjangan informasi dapat dikurangi dengan adanya perkembangan yang pesat di bidang telekomunikasi dan jaringan komputer yang dikenal dengan nama Telematika Kesehatan: ?Health telematics is a composite term for health-related activities, services and systems, carried out over a distance by means of information and communication technologies, for the purpose of global health promotion, disease control and health care, as well as education, management and research for health?. (Dr Hiko Tamashiro, Dr Toshiyuki Oshima, Department Of Health in Sustainable Development, WHO, Geneva, Switzerland) Dengan adanya teknologi ini, diseminasi informasi online 24 jam dalam sehari bisa menjadi kenyataan. Pemanfaatan teknologi ini perlu mempertimbangkan beberapa hal:  pada tahap awal, pengembangan jaringan online memerlukan analisis seksama atas prasarana dan sumber daya manusia yang ada pada saat tersebut;  rencana pengembangan disesuaikan dengan kebutuhan dan teknologi yang berkembang saat tersebut;  alat yang diciptakan harus mudah digunakan;  alat yang diciptakan membutuhkan biaya pemeliharaan yang rendah;  kegiatan perlu mendapat dukungan dari atasan;  dan sebagainya. Makalah ini membahas keterlibatan dan kesiapan Badan Litbang Kesehatan dalam penyebaran informasi kesehatan di Indonesia khususnya dan dalam lingkungan global umumnya. Pembahasan meliputi sistem yang sudah ada saat ini, prasarana yang digunakan, dan pengembangan program aplikasi.


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

15 x
Terbitan : 2001
Pembaruan : 2018-06-28T12:42:53Z


Kategori