Survei Penyakit Penyerta pada Penderita TB Paru/Mikobacteiosis Paru secara Retrospektif

Penyakit TB Paru adalah penyakit infeksi disebabkan oleh bakteri M. tuberculosis merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Prevalensi TB Paru masih selalu tinggi, ditahun 2002 sekitar 0.30% M. tuberculosis sering menyerang paru-paru, tetapi dapat pula menginfeksi organ tubuh di luar paru dan menimbulkan penyakit TB-Extra paru yang terdiri dari berbagai jenis yang dapat menyertai atau sebagai penyerta penyakit TB paru. Penyakit penyerta lainnya dan yang cukup dominan adalah Diabetes Mellitus (DM). Ini sangat terkait dengan kadar glukosa darah, yaitu penderita DM yang kadar gula (glukosa) darahnya tidak terkendali (sama atau lebih besar dari 200 Mg/dl). Lebih mudah untuk tumbuh kembangnya bakteri, daripada penderita DM yang terkendali gula darahnya dan orang-orang yang Non-DM. Survei dilakukan terhadap 875 penderita TB Paru/Mikobakteriosis Paru di rumah sakit. BP4 dan Puskesmas di Jakarta dan Bandung. Data-data diambil dari tahun 1989 s.d 1999. Hasil survei menunjukkan: adanya DM (7,2%), Gastristis (35,1%), TB-Exrta paru (16.8%), PPOM (3.1%), Astma Bronchial (2.5%), Bronchiektasi (2.1%) dan lain-lainnya dengan presentase kecil. Ada 22 jenis penyakit Tb-Extra Paru dan ditemukan sebagai penyerta penyakit TB Paru yaitu : Efusi pleura Tb (1.82%), Scrofuladermal (1.02%), TB Laring (1.13%), Lymfadenitis TB (1.02%), TB Usus (1.02%), Peritoinitis TB (0.34%) dan lain-lain seperti Spondilitis, Paringitis TB , TB diseminata ditemukan kecil/di bawah 1%. Penyakit lainnya yang juga ditemukan sebagai penyerta Tb paru adalah Pruiritis (6,97%), Alergi (4,11%), Bronckopnemonia (2,51%), Hepatitis (0,02%), Respirasi Failure (0,11%), dan lain-lain. ditemukan (0.11%). Kesimpulan : 1. Pada Penderita Tb-Paru kematian lebih banyak ditemukan dengan penyakit penyerta. 2. Penyakit penyerta DM (7,2%), menunjukkan peningkatan amat cepat menjadi 90.01% (laporan temuan di RS. Persahabatan pada tahun 1999 ). 3. Kombinasi TBP dan TBE adalah (16,8%) tetapi di RSP tahun 1999 menunjukkan angka lebih tinggi (73,88%). 4. Ada pertambahan kasus penyerta TBP, DM dan TBE yang amat besar dalam kurun waktu empat tahun ini perlu ditanggulangi. 5. Perlu dilakukan kontrol efektif, scening, penelitian dan penyuluhan penderita DM tentang " Cara menanggulangi diri dari infeksi tuberkulosis".


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

14 x
Terbitan : 1996
Pembaruan : 2018-06-28T12:42:55Z


Kategori