Epidemik dan Sporadik Hepatitis Non-A Non-B di Indonesia

Wabah pertama yang dilaporkan dari Indonesia adalah dari Bandung pada tahun 1984 yang menyerang 84 penderita. Data dari Rumah Sakit di menunjukkan bahwa 50% dari penderita penyakit hepatitis di sebabkan karena virus, dan Non-A Non-B mencakup jumlah 30-40%. Penelitian ini merupakan suatu multicentre research dari WHO yang mengikutsertakan negara lain seperti: Thailand, Burma, Nepal, India dan Indonesia. Tujuannya adalah untuk mengetahui gambaran epidemiologik sporadik dan epidemik hepatitis Non-A Nono-B. A.Sporadik Hepatitis Non-A Non-B Dari 80 penderita hepatitis virus yang dirawat nginap pada beberapa rumah sakit di Jakarta terdapat selama bulan Februari 1988-Juli 1988, 18 penderita VHNANB (22,5%). Umur rata-rata semua penderita hepatitis virus adalah 29 tahun dan perbedaan antara VHA, VHB dan VHNANB tidak bermakna, begitu pula frekuensi laki-laki dan perempuan. Dari 97 penderita dirawat di RS Hasan Sadikin Bandung (2% ternyata hepatitis Non-A Non-B, selebihnya 32.9% Hepatitis B dan 57.7% Hepatitis A). Umur rata-rata 17 tahun, khusus untuk hepatitis Non-A Non-B adalah 26 tahun, perbedaan antara laki-laki dan perempuan tidak bermakna. Berbeda dengan penderita di Jakarta, di Bandung kadar alkaline phosphatase dan transaminase sangat tinggi pada hepatitis A. Sedangkan di Jakarta terbanyak mempunyai gejala kuning hepatitis Non-A Non-B (75%) dan Hepatitis B (75%) dibandingkan dengan hepatitis A (50%). Gejala umum lainnya antara penderita di Bandung dan Jakarta tidak berbeda ber-makna. B. Epidemik Hepatitis Non-A Non-B Sejak Nopember 1987 di Sintang, kalteng, telah terjadi wabah hepatitis Non-A Non-B dengan jumlah kasus 2.500. Angka kematian ibu hamil diperkirakan sebesar 3%. Perbedaan antara laki-laki dan perempuan tidak bermakna, kecuali insidens pada ibu hamil 60% dibanding 40% pada ibu tidak hamil. Umur penderita diantara40-70 tahun. Dari tinja penderita telah berhasil diisolasi virus Non-A Non-B yang berbentuk sama dengan di negara India, Nepal secara electron Microscopy Method. Bulan April 1988 terjadi letusan wabah lagi diSandai dengan 505 kasus dan 2 meninggal. Pemeriksaan seroofi mengkonfirmasikan wabah hepatitis Non-A Non-B, penelitian epidemik tidak dapat dilakukan.


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

23 x
Terbitan : 1987
Pembaruan : 2018-06-28T12:42:57Z


Kategori