LAPORAN AKHIR ANALISIS LANJUT DATA RISKESDAS 2007: PENGARUH STATUS GIZI ANTROPOMETRI TERHADAP KECUKUPAN IODIUM ANAK USIA 6-12 TAHUN DARI KELUARGA DENGAN KUALITAS GARAM MEMENUHI SYARAT

Telah diyakini bahwa kekurangan asupan iodium yang berat merupakan penyebab utama terjadinya GAKI (Hetzel dan Dunn, 1989), namun beberapa publikasi mencatat pula adanya faktor lain yang dapat memperburuk GAKI, seperti keadaan gizi yang buruk. Asupan protein yang rendah dapat menurunkan efisiensi penggunaan iodium. Beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya variasi yang cukup besar terhadap daya lindung suplementasi kapsul iodium dengan kisaran 6-18 bulan. Adanya parasit dalam usus dan status gizi diduga berpengaruh terhadap tingkat penyerapan dan penyimpanan iodium dalam tubuh yang akhimya berdampak pada lamanya kecukupan iodium (Oentoro, 1999). Pemberian iodium melalui oral sebagian akan dimetabolisir dan disimpan didalam jaringan lemak tubuh. Dengan metabolisme normal, lemak dalam tubuh ini sedikit demi sedikit akan terpakai dan iodium akan dibebaskan kedalam aliran darah secara teratur dan untuk jangka waktu yang cukup lama (Sumantri, 1993). Analisis ini bertujuan untuk melihat pengaruh-pengaruh status gizi terhadap kecukupan iodium pada anak usia 6-12 tahun dari keluarga dengan kualitas garam cukup. Data yang digunakan adalah data skunder Riskesdas 2007, mengambil lokasi di 28 Kabupaten/Kota. Disain studi potong lintang. Sampel analisis adalah anak usia 6-12 tahun dari keluarga dengan kualitas garam cukup. Disimpulkan bahwa pengaruh status gizi secara antropometri terhadap kecukupan iodium tubuh nyata pada kondisi dimana kualitas garam konsumsi jelek.


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

19 x
Terbitan : 2008
Pembaruan : 2018-06-28T12:47:56Z


Kategori