PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER DALAM DETEKSI DINI IBU HAMIL RISIKO TINGGI DI DAERAH TERPENCIL KABUPATEN PACITAN,JAWA TIMUR

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara bersamaan dalam satu periode waktu tertentu. Penelitian ini dilakukan untuk menilai pengetahuan, sikap(psikomotor) serta gambaran kegiatan deteksi dini oleh kader serta hambatan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pacitan Propinsi Jawa Timur, yang merupakan salah satu wilayah terpencil di Jawa Timur. Penelitian dilakukan selama 5 bulan, cara pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Sasaran yang diambil penelitian ini adalah kader kesehatan dari 2 desa yang memiliki bumil risti terbanyak dan merupakan wilayah terpencil di Kabupaten Pacitan. Desa yang terpilih adalah Desa Petung Sinarang dan Desa Kalikuning Kecamatan, yang keduanya beda wilayah puskesmas. Subyek penelitian adalah kader kesehatan sebanyak 15 orang per desa, dilakukan wawancara dengan kuesioner yang dilanjutkan dengan wawancara mendalam kepada 3 kader kesehatan per desa. Selanjutnya dilakukan wawancara mendalam kepada 7 orang informan dari desa Kalikuning, dan 8 orang informan dari desa Petung Sinarang. Informan terdiri dari kader kesehatan, ibu hamil risti, provider (bidan desa, bidan koordinator dan Kepala puskesmas) serta tokoh masyarakat dan pamong desa dari masing-masing lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader tentang deteksi ibu hamil risti 66,7% kategori kurang, sedangkan sikap kader tentang deteksi dini ibu hamil risti 80% kategori sedang. Kegiatan deteksi dini yang dilakukan oleh kader kesehatan belum dilakukan, masih sebatas melaksanakan kegiatan rutin posyandu setiap bulan, mengingat belum diberikan pelatihan dan pembinaan yang cukup untuk mereka. Sehingga jumlah cakupan ibu hamil risiko tingi yang berkunjung ke polindes/bidan desa, belum bisa dibedakan mana yang ditemukan kader ataupun bukan. Hambatan dan masalah dalam deteksi dini ibu hamil risti di dua desa lokasi penelitian adalah kader belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang deteksi dini, belum pemah ada pelatihan, pembinaan maupun arahan untuk melakukan deteksi dini ibu hamil risiko tinggi yang tepat dan benar dari provider. Rendahnya motivasi provider untuk memberikan pembinaan yang layak kepada kader, yang banyak disebabkan oleh faktor rendahnya minat/motivasi bekerja di daerah terpencil, merasakan imbalan yang diterimakan bagi kader kurang setimpal dengan kesulitan yang dihadapi di lapangan, sehingga ada keengganan atau istilah lokal setempat tidak mentolo. Dengan mengetahui kondisi kegiatan deteksi dini di dua lokasi penelitian di Kabupaten Pacitan, hal ini setidaknya dapat menggambarkan bagaimana kualitas data yang sudah masuk ke Dinas kesehatan sebagai data ibu hamil risti yang ditemukan oleh masyarakat, dimana sebenarnya data tersebut belum menggambarkan keberhasilan deteksi dini oleh kader yang sebenarnya di masyarakat. Selain itu adanya masalah inti yang menjadi penghambat dalam kegiatan deteksi dini terhadap ibu hamil risiko tinggi tersebut, setidaknya dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi pelaksana program Kesehatan Ibu dan Anak untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh, demi berjalannya kegiatan deteksi dini ibu hamil risiko tinggi yang diyakini sebagai ujung tombak mengurangi angka kematian ibu dan neonatal di masyarakat.


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

20 x
Terbitan : 2009
Pembaruan : 2018-06-28T12:47:59Z


Kategori