KESIAGAAN MANAJEMEN PELAYANAN RAWAT INAP PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI PUSKESMAS DI KABUPATEN PONOROGO DAN MADIUN

Jumlah pasien DBD pada tahun 2008, secara nasional tercatat 136.333 dengan angka kematian 0,86% dan angka insiden 60,06/100.000 penduduk. Target pemerintah terkait insiden DBD adalah 20/100.000 penduduk. Di kab. Ponorogo,sampai November 2009 terjadi peningkatan kasus DBD hingga 35% dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan di kab. Madiun pada waktu yang sama, justru mengalami penurunan dari 289 kasus menjadi 193 kasus. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kesiagaan manajeman pelayanan rawat inap pasien DBD di beberapa puskesmas di kab. Ponorogo dan Madiun. Berdasar tujuannya penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi adalah puskesmas di kabupaten Ponorogo dan Madiun, Jawa Timur. Dengan sampel tiga puskesmas rawat inap dengan kasus DBD tertinggi di tiap kabupaten tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga puskesmas di kab. Ponorogo dan Madiun, dari segi jumlah tenaga kesehatan masing - masing puskesmas sudah mencukupi, penatalaksanaan pasien DBD sudah baik sesuai dengan SOP, ketersediaan cairan sebagai terapi DBD juga mencukupi, sarana laboratorium untuk pemeriksaan pasien DBD juga telah tersedia. Namun dari segi dana dan sarana untuk pencegahan DBD di tiga puskesmas kedua kabupaten tersebut kurang memadai. Karena dana yang tersedia sangat minim sehingga tidak mencukupi sedangkan untuk sarana hanya satu puskesmas saja yang memiliki swing fog.


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

11 x
Terbitan : 2009
Pembaruan : 2018-06-28T12:48:00Z


Kategori