PROFIL PENDERITA TB PARU KLINIS YANG TIDAK BEROBAT DI PELAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA TAHUN 2010

Analisis lanjut hasil riset kesehatan dasar 2010 dalam laporan ini tentang profil penderita penyakit TB Paru klinis yang tidak berobat di pelayanan kesehatan. Data yang dianalisis merupakan hasil dari riset kesehatan dasar pada penderita TB Paru klinis yang tidak berobat di pelayanan kesehatan. Analisis ini merupakan pendalaman dari hasil riset kesehatan dasar pada kuesioner RKD1O.RT pertanyaan B18 dengan mencari karakteristik responden yaitu umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan, serta lokasi tempat tinggal dan keadaan sosial ekonomi. Selain itu juga dilihat perilaku pencegahan pada penyakit TB Paru dan keadaan ruang keluarga dan kamar tidur penderita. Setelah dilakukan analisis, terdapat 4966 penderita TB Paru klinis dan yang tidak berobat di pelayanan kesebatan sebanyak 2.842 penderita (57,7%). Sehingga data yang dianalisis adalab sebanyak 2.842 penderita. Dari hasil uji analisis Chi Square variabel yang berhubungan dengan perilaku pencegahan TB Paru adalah umur(p=0,001), tingkat pendidikan (p=0,001), jenis pekerjaan (p=0,00l), tempat tinggal responden (p=0,001), sosial ekonomi (p=0,001), dan kondisi rumah (p=0,001). Sedangkan perilaku berobat responden berhubungan dengan umur (p=0,007), jenis kelamin (p=0,001), tingkat pendidikan (p=0,001), jenis pekerjaan (p=0,001), sosial ekonomi (p=0,001) dan perilaku pencegahan (p=0,001). Dari hasil tersebut, saran yang dapat diberikan kepada petugas kesehatan adalah petugas kesehatan memberikan penyuluhan tentang pentingnya berobat bagi penderita TB Paru klinis, dan melakukan pemeriksaan laboratorium mengetahui keberadaan BTA+. Selain itu diharapkan penderita TB Paru klinis tidak meludah di sembarang tempat.


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

12 x
Terbitan : 2010
Pembaruan : 2018-06-28T12:48:00Z


Kategori