LAPORAN PENELITIAN ANALISIS LANJUT RISKESDAS 2010: ANALISIS PELAYANAN KB MANDIRI WANITA USIA SUBUR BERDASARKAN STATUS EKONOMI

Secara umum telah diketahui bahwa penggunaan metode keluarga berencana (KB) oleh Wanita Usia Subur (WUS) antara lain dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi. Oleh karena itu masalah biaya yang harus dibayar oleh WUS untuk memperoleh pelayanan KB merupakan suatu masalah yang perlu dipahami guna keberhasilan proQram KB Nasional. Studi ini menggunakan data Riset Kesehatan Daerah(Riskesdas) 2010 yang bertujuan untuk mengetahui biaya pelayanan KB yang dibayar oleh perempuan usia 1O-59 tahun (WUS) yang pernah kawin menurut metode KB berdasarkan status ekonomi yang bersangkutan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis bivariat dengan uji statistik chi-square, dan analisis multivariat dengan uji statistik regresi logistik. Hasilnya adalah sejak tahun 2008 sampai 2010 belum ada peningkatan penggunaan alat KB oleh WUS. Alat KB terbanyak yang dipakai oleh WUS adalah suntikan. WUS dengan status ekonomi rendah terbanyak membayar biaya pelayanan KB berkisar Rp.10.000-Rp.15.000 (53%), sementara itu WUS dengan status ekonomi atas terbanyak membayar sekitar > Rp.20.000,- (52%). Terdapat korelasi signifikan antara metode KB dengan biaya dan status ekonomi. Oleh karena itu direkomendasikan bahwa peningkatan promosi kesehatan harus terus digalakkan agar tingkat partisipasi KB meningkat. Promosi kesehatan juga harus dapat menjangkau pria. Program KB pemerintah dengan IUD agar berkesinambungan dan dipopulerkan kembali agar WUS dapat memperoleh IUD secara gratis atau dengan biaya yg terjangkau.


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

26 x
Terbitan : 2010
Pembaruan : 2018-06-28T12:48:01Z


Kategori