LAPORAN AKHIR ANALISIS LANJUT DATA RISKESDAS 2007: STATUS KESEHATAN REMAJA DI INDONESIA (ANALISIS LANJUT DATA RISKESDAS 2007)

Sampai sekarang ini masih cukup rendah kesehatan remaja di Indonesia. Menurut WHO, remaja mencakup individu dengan usia 10-19 tahun. Sedangkan definisi remaja menurut survei kesehatan reproduksi remaja Indonesia adalah perempuan dan laki-laki belum kawin yang berusia 15-24 tahun. Analisis lanjut ini dibuat berdasarkan data Riskesdas 2007 yang digabung dengan data Susenas Kor 2007. Analisis ini untuk mengetahui status kesehatan remaja di Indonesia. Kajian ini dilakukan dengan harapan dapat memberikan masukan kepada pengambil kebijakan kesehatan khususnya kesehatan remaja di Indonesia. Prevalensi penyakit menular pada remaja paling banyak menderita sakit ISPA (21,7%), diare (7,7%), typhoid (1,9%) selanjutnya malaria (1,6%) dan pneumonia (1,3%). Prevelensi penyakit tidak menular pada remaja lebih banyak menderita Jantung (4,1%) kemudian Asma (2,1%), sedangkan DM dan Tumor masih rendah. Prevalensi kesehatan mental remaja ditemukan 10,1%. Pada gangguan kesehatan mental paling banyak remaja mengeluh sakit kepala (35,0%) kemudian diikuti mudah telah (19,9%), sulit tidur (14,8%), rasa tidak enak di perut {14,6%), tidak ada nafsu makan (13,9%), tegang,cemas,kuatir (11,8%) dan mudah takut (9,8%). Kesehatan mata pada remaja yang bermasalah pada mata yakni mata buta (<3/60-0), low vision (<20/60-3/60) atau sub normal (<20/20-20/60) sebesar 3,6%. Gangguan penglihatan mata pada remaja prevalensi mata juling (0,4%), prevalensi pterigium (0,4%), dan prevalensi parut kornea (0,1%). Masalah kesehatan gigi dan mulut pada remaja sebesar 20,8%, remaja yang menjalani pengobatan gigi dan mulut sebesar 86,0%, remaja yang giginya sudah ditambal sebesar 33,6% dan gigi palsu sebesar 1,3%. Remaja yang menerima konseling gigi dan mulut sebesar 13,0%. Status gizi remaja diukur dengan kategori IMT yakni BB per TB2 (dalam cm), ditemukan remaja yang sangat kurus (24,3%), remaja kurus (16,5%). Sedangkan remaja yang overweight sebesar 4,4% dan remaja obesitas sebesar 1,3%. Remaja yang sangat kurus banyak pada remaja usia muda, laki-laki, tinggal di perkotaan, dan pada tingkat sosial ekonomi rendah. Remaja yang overweight lebih banyak pada remaja usia 20-24 tahun, perempuan, tinggal di perkotaan dan tingkat sosial ekonomi baik. Kalau menurut pola konsumsi makanan lebih dari 1 kali per hari, paling banyak remaja mengkonsumsi makanan mengandung bumbu penyedap (80,3%), makanan manis (62,9%), makanan asin (30,4%), makanan/minuman berkafein (21,5%) dan makanan yang berlemak (16,7%).


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

22 x
Terbitan : 2009
Pembaruan : 2018-06-28T12:48:01Z


Kategori