PENGARUH AKSES PENYEDIAAN AIR BERSIH TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA (ANALISIS LANJUT RISKESDAS 2007)

Penyediaan air minum yang tidak layak dan adekuat merupakan penyebab dari masih tingginya penyakit yang ditularkan melalui air, terutama diare. Penyakit ini sering menyebabkan kejadian luar biasa di masyarakat, serta menjadi penyakit penyebab kematian utama pada balita. Studi ini merupakan analisis lanjut data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2007 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penyediaan air minum terhadap kejadian diare pada balita. Sebagai sampel adalah seluruh balita di Indonesia yang terpilih sebagai sampel Riskesdas 2007 dan mempunyai data lengkap tentang penyediaan air minum. Sebagai variabel dependen adalah diare pada balita, sedangkan sebagai variabel independen adalah jumlah pemakaian air, kualitas fisik air, kemudahan memperoleh air, jenis sarana, pemilikan jamban, jenis jamban, perilaku cuci tangan ibu, pendidikan ibu, pekejaan ibu, jumlah balita, umur dan jenis kelamin balita. Analisis dilakukan secara bivariat dan multivariat menggunakan regresi logistic dengan pendekatan analisis desain complex. Hasil analisis menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada balita adalah jumlah pemakaian air, kualitas fisik air, kemudahan memperoleh air, pendidikan ibu, pemilikan jamban, jenis jamban, kebiasaan tempat buang air besar, dan jenis kelamin balita. Kesembilan variabel tersebut secara bersama-sama dapat memprediksi variasi kejadian diare balita sebesar 83,1%.


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

25 x
Terbitan : 2008
Pembaruan : 2018-06-28T12:48:03Z


Kategori