STUDI SISTEM SURVEILENS KELANGSUNGAN HIDUP DAN ANAK (SSKHIA) DI SUKABUMI JAWA BARAT TAHUN 2006

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui PWS-KIA menuju Sistem Surveilens Kelangsungan Hidup Anak. Pengembangan Sistem Surveilance Kelangsungan Hidup Anak dengan mengetahui potensi dan kendala manajemen program KIA, kegiatan pelaksanaan PWS KIA dan mendapatkan data kelangsungan hidup ibu dan anak berbasis masyarakat. Telah dilakukan kegiatan asesmen dari aspek input, proses dan output. Selanjutnya pengumpulan data di masyarakat sebagai baseline data faktor-faktor yang berkaitan dengan kelangsungan hidup dan anak pada Maret-Oktober 2006. Besar sampel adalah 12.273 orang atau 3008 RT. Sampel indepth untuk provider 19 orang. Sampel FGD di 3 wilayah kerja Puskesmas berdasarkan strata Puskesmas cakupan KIA. Peserta FGD bidan di desa pada 19 puskesmas. Hasilnya secara umum pelaksanaaa kegiatan program kesehatan ibu dan anak di Kab. Sukabumi sudah berjalan dengan baik. Pelaksanaan PWS-KIA sudah dilaksanakan tetapi masih terdapat beberapa kendala yaitu di beberapa Puskesmas dan di desa masih kekurangan tenaga bidan di desa. Beberapa potensi yang dimiliki yaitu sumber daya masyarakat dan peran masyarakat cukup tinggi. Keterlibatan sektor lain juga cukup baik. Kejadian abortus (13%), komplikasi hamil ialah muntah berlebihan (27%) dan kunang-kunang (26%). Kehamilan yang tidak diinginkan (4%), cakupan KI (77%), cakupan K4 (60%) dan cakupan ANC 4+ kali (76%). Tempat periksa hamil paling banyak ke praktek bidan (43%) dan puskesmas (44%). Ibu hamil yang mendapat buku KIA/KMS (65%). Komplikasi persalinan paling banyak KPD (44%), retensi placenta (28%) dan perdarahan (20%). Penolong persalinan oleh tenaga kesehatan (43%). Tempat persalinan terbanyak di rumah (84%). BBLR (15%). Status morbiditas balita yaitu pneumoni (3%), poliomielitis (1%) dan pertusis (4%). Anak balita memiliki buku KIA/KMS (63%). Imunisasi dasar bayi (57%), KN1 (30%), KN2 (32%), ASI eksklusif 4 bulan (27%) dan 5-6 bulan (16%)). AKB Kab. Sukabumi tahun 2006 (45,67 per 1000 KH), AKABA (13,33 per 1000 KH) dan AKBA (59 per 1000 KH). Penyebab kematian paling banyak karena penyakit Sistem Sirkulasi (18%), dan sistem pencemaan (9%). Saran, diperlukan penambahan tenaga bidan di desa dengan program bidan kontrak yang tetap. Diperlukan pelatihan program PWS-KIA bagi bidan di desa yang baru. Perlu dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai atau diganti alat-alat KIA yang sudah rusak untuk bidan di desa. Perlu refreshing untuk program KIA dan PWS-KIA untuk Bidan Koordinator Puskesmas. Peran bidan di desa dan di Puskesmas perlu ditingkatkan agar setiap pertolongan persalinan dilakukan oleh tenaga kesehatan. Perlu penyuluhan yang lebih intensif untuk PHBS dalam rangka untuk mengurangi kematian oleh karena gangguan sistim sirkulasi.


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

13 x
Terbitan : 2006
Pembaruan : 2018-06-28T12:48:05Z


Kategori