STATUS KESEHATAN BAYI BARU LAHIR DI INDONESIA (ANALISIS LANJUT RISKESDAS 2007)

Kesakitan dan kematian bayi baru lahir (neonatal) masih menarik didiskusikan, mengingat dalam kurun waktu lima tahun terakhir angka kematian neonatal stagnan. Analisis bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesakitan (diare/ispa/pneumoni) dan kematian neonatal. Desain penelitian adalah desain data Riskesdas yang bersifat cross sectional yang berhasil digabung dengan data Susenas 2007, dari sampel sebesar 280.000 rumah tangga (RT) yang dipilih secara probability proportional to size yang ada di 18.000 blok sensus. Dari setiap blok sensus diambil 16 RT secara systematic random sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko neonatal yang sakit diare/ispa/pneumoni meningkat pada keluarga dengan tingkat pendapatan menengah ke bawah, bayi yang tinggal di perdesaan, dan bayi yang tidak mendapat KN1 masing-masing sebesar 2,5 kali, 3,l kali, dan 1,6 kali dibandingkan dengan keluarga pendapatan menengah ke atas, tinggal di perkotaan, dan mendapat KN1. Risiko kematian neonatal akan meningkat 9,5 kali apabila bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR), 3,4 kali bila ibu tidak berpendidikan atau tidak tamat sekolah dasar dibandingkan ibu tamat sekolah menengah atas. Untuk meningkatkan kelangsungan hidup bayi baru lahir perlu kejasama lintas sektor untuk meningkatkan status ekonomi masyarakat dan pendidikan perempuan, tanpa mengabaikan penanganan berkualitas terhadap ibu hamil risiko tinggi, ibu bersalin, dan ibu nifas dan bayi berat badan lahir rendah dan gangguan pemapasan.


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

14 x
Terbitan : 2008
Pembaruan : 2018-06-28T12:48:07Z


Kategori