PERSEPSI DAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA SEMARANG JAWA TENGAH

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persepsi dan perilaku masyarakat dalam pencegahan DBD, sehingga dapat mendeskripsikan persepsi masyarakat tentang penyakit DBD, mendeskripsikan Predisposing factors (pengetahuan, sikap, pendidikan, sosial ekonomi, tradisi, kepercayaan dan sebagainya), mendeskripsikan Enabling factors (sarana dan prasarana atau fasilitas yang mendukung pencegahan DBD), mendeskripsikan Reinforcing factors (sikap dan perilaku petugas kesehatan, tokoh agama dan tokoh masyarakat). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat tentang DBD adalah penyakit yang berbahaya dan apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian. Pengetahuan dan sikap responden tentang DBD sebagian besar kategori sedang, sedang perilaku secara verbal sudah baik, akan tetapi output dari perilaku berupa angka bebas jentik masih di bawah target Nasional (72.4%). Pengetahuan tentang vektor DBD dan bionominya masih kurang. Ada hubungan korelasi positif yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan perilaku. Faktor pemungkin (enabling factors) meliputi sarana, prasarana serta SDM pengelola program DBD sudah cukup baik, namun anggaran sebagai stimulan untuk pengganti transport kader di lapangan masih perlu diperhatikan. Faktor penguat (reinforcing factors) dari sektor kesehatan dalam hal ini adalah petugas kesehatan sudah baik dan hubungan kader dengan petugas juga terjalin dengan baik. Faktor penguat dari tokoh masyarakat khususnya tokoh formal masih dirasa kurang. Masukan dari penelitian ini adalah perlu dilakukan peningkatan pengetahuan melalui media yang sesuai, khususnya tentang vektor dan bionominya. Bila pengetahuan tentang vektor masih kurang, masyarakat tidak akan tahu tempat-tempat yang harus dibersihkan sebagai upaya pengendalian vektor. Faktor pemungkin yang perlu dipertimbangkan adalah peningkatan anggaran untuk penggalangan partisipasi masyarakat dengan sedikit stimulan dan upaya evaluasi terhadap kegiatan Kader Kesehatan khususnya dalam pengendalian vektor DBD. Upaya advokasi dan sosialisasi tentang DBD dan cara penanggulangannya perlu dilakukan dengan sasaran tokoh masyarakat khususnya tokoh formal, untuk meningkatkan dukungannya terhadap perilaku masyarakat dalam pengendalian DBD di wilayahnya.


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

9 x
Terbitan : 2010
Pembaruan : 2018-06-28T12:48:07Z


Kategori