LAPORAN AKHIR PENELITIAN KAJIAN PELAKSANAAN KEGIATAN PEMBINAAN KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK MEMPERCEPAT PENURUNAN AKI DAN AKB

Dalam rangka mempercepat penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi Depkes telah mengembangkan program Making Pregnancy Safer bersama WHO. Di samping MPS, telah dilakukan berbagai upaya untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan anak baik oleh pemerintah melalui program kesehatan reproduksi(Depkes), program Gerakan Sayang lbu (GSI) ataupun dengan bantuan lembaga donor, seperti: 1) oleh JICA, USAID, AUSAID, Bank Dunia (SMPFA) dan UNICEF. Masalah yang diteliti adalah teknologi (metoda, bahan dan alat) yang telah digunakan(lesson learned) untuk intervensi kesehatan kesehatan reproduksi (ibu, neonatus, bayi, dan remaja) yang memberikan kontribusi positif untuk akselerasi penurunan AKI dan AKB. Efektivitas tiap jenis intervensi dan kelangsungan kegiatan intervensi di masing-masing lokasi pasca bantuan donor. Rancangan penelitian yang digunakan rancangan observasioan analitik. Penelitian ini merupakan penelitian terapan pada organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten dan Puskesmas, RSUD serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana. Adapun lokasi penelitian dilakukan di 13 lokasi kabupaten (6 lokasi di provinsi Jawa Timor, 3 lokasi kabupaten di provinsi Jawa Tengah, masing-masing lokasi kabupaten di provinsi Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai hasil positif (best practice and lesson learned) khususnya aspek peningkatan kapasitas kemampuan tekilis petugas kesehatan (bidan dan dokter) dalam pelayanan persalinan dan gawat darurat kebidanan dan neonatal, serta kemampuan komunikasi interpersonal dan konseling. Juga terjadi peningkatan peran serta masyarakat dalam kesehatan reproduksi. Hal yang masih kurang dalam pelaksanaan program dan kesinambungannya adalah masih kurangnya kerja sama lintas program (program masih terkotak-kotak), kurangnya kerja sama lintas sektor dan kurangnya prioritas program untuk mencegah 2 terlambat(terlambat mendeteksi dan terlambat memutuskan untuk dirujuk serta terlambat transportasi untuk sampai ke tempat rujukan) serta mengurangi 4 terlalu (terlalu muda, terlalu sering, terlalu banyak dan terlalu tua punya anak) dan terutama kurangnya dukungan dana dari Pemda untuk kelangsungan program pascabantuan lembaga donor.


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

44 x
Terbitan : 2006
Pembaruan : 2018-06-28T12:48:09Z


Kategori