Kematian Akibat Kecelakaan Lalu Lintas

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar separuh dari para korban berumur antara 20-39 tahun (47%), suatu golongan umur yang paling aktif dan produktif. Tujuh puluh empat persen dari korban sebagian besar adalah pria. Pekerjaan korban sebagian besar adalah buruh (25%), 11% adalah pelajar dan mahasiswa. Karena pelajar dan mahasiswa merupakan suatu kelompok yang relatif mudah terjangkau maka dalam upaya menurunkan jumlah korban mati kecelakaan lalu lintas di jalan, sangatlah penting untuk memberikan pengetahuan mengenai cara berperilaku yang baik dan aman di jalan raya kepada kelompok ini. Suatu cara yang memadai, dengan tive yang sama, perlu dikembangkan untuk penduduk perkotaan yang berpenghasilan rendah, termasuk di dalamnya para buruh di kota besar. Sebagian besar dari kasus kecelakaan terjadi antara kendaraan bermotor dan pejalan kaki (47%) dan sebagian besar dari mereka yang meninggal adalah pejalan kaki (43%). Waktu kejadian yang paling sering adalah antara pukul 07-12 pagi. Ada kesan bahwa upaya perlindungan yang dilakukan pemerintah daerah (kota besar) untuk mencegah terjadinya kecelakaan antara pejalan kaki dengan kendaraan bermotor, terutama pada waktu pagi hari (di jalan), masih perlu ditingkatkan. Kenyataan bahwa 25% dari korban adalah pengendara atau penumpang sepeda motor dan bahwa 88% dari para korban menderita cedera kepala dapat dipakai sebagai dasar untuk lebih memberi penekanan pada pentingnya pemakaian helm pengaman untuk pengendara sepeda motor guna melindungi kepala mereka.


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

10 x
Terbitan : 1987
Pembaruan : 2018-06-28T12:42:58Z


Kategori