Metoda Pelayanan Kesehatan Gigi pada Murid Sekolah Dasar dalam Rangka Peningkatan Pemerataan Pelayanan

Prevalensi penyakit karies gigi di Indonesia cenderung meningkat. Angka kesakitan gigi (rata-rata DMF-T) juga cenderung meningkat pada setiap dasawarsa yaitu DMF-T=0,70 pada tahun 1970, DMF-T=2,30 pada tahun 1990 dan menjadi DMF-T=2,70 pada tahun 1990. Sekitar 70% dari karies yang ditemukan merupakan karies awal. Sedangkan jangkauan pelayanan belum memadai sehubungan dengan keadaan geografis Indonesia yang sangat bervariasi. Adanya kebijaksanaan di bidang kesehatan gigi yaitu perluasan cakupan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan gigi paripurna agar masyarakat dapat memperoleh kesempatan yang sama dan derajat kesehatan yang memadai; Indonesia dengan situasi dan kondisi yang sangat bervariasi, salah satu alternatif outreach klinomobile dengan menggunakan sepeda motor yang dilengkapi dengan dental kit yang terdiri dari instrumen tangan dengan menggunakan tehnik Atraumatic Restorative Treatment (ART) dan menggunakan bahan dengan teknik non sensitif dipandang dapat mengatasi masalah tersebut. Untuk itu telah dilakukan kohort studi dengan disain Quasi Experiment pre and post, membandingkan dua metode yaitu antara metode yang sepenuhnya menggunakan instrumen tangan yang selanjutnya disebut metode A dengan metode yang dibantu dengan Micromotor yang selanjutnya disebut metoda B; dengan tujuan dihasilkannya metoda outreach klinomobile yang tepat guna untuk meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan gigi dan prestasi kerja (performe treatment index = PTI >50%) dengan Alpha 0,05, beta = 0,02, keberhasilan metoda A = 80% dan keberhasilan metoda B = 90%. Dari hasil studi yang telah dilaksanakan pada 20 SD di kabupaten Bekasi Prov. Jabar meliputi 2205 murid yang terdiri dari 1098 murid laki-laki dan 1107 murid perempuan yang terdiri dari murid kelas II,IV,dan kelas VI, terlihat bahwa ; prevalensi karies gigi tinggi yaitu 97,5% ; pengalaman karies (DMF-T) mendekati 2,84 pada kelompok usia 12 tahun (kebijaksanaan nasional DITKES-GI: goal pada tahun 2000, DMF-T <3 pada kelompok usia 12 tahun);expected insidence 0,3 pertahun per anak. Kebersihan mulut di urban lebih baik daripada rural, perbedaan yang terlihat bermakna (p=0,0001). Crowding lebih banyak di urban (37,3%) daripada rural (24,0%). Diantara 20 SD tersebut dipilih 12 SD dengan kondisi status karies yang sama (hampir sama untuk diintervensi dengan metoda A dengan metoda B. Dari hasil intervensi, terlihat bahwa waktu yang diperlukan untuk aplikasi ART dengan micro motor metoda B lebih singkat dari ART dengan instrumen tangan (metoda A), namun perbedaan yang ada tidak bermakna. Pengalaman aplikasi mempercepat waktu aplikasi. Aplikasi ART dengan instrumen tangan dapat diterima oleh murid. Terlihat ada perbedaan yang bermakna p(0,0366) presentase antara murid-murid yang mengeluh pada waktu aplikasi metoda B (12,6%) dan murid-murid yang mengeluh pada waktu aplikasi metoda A (6,3%). Kinerja (preformed treatment index= PTI) pada sekolah yang diintervensi mendekati 100%. Pada hasil evaluasi terlihat 98,2% dari gigi yang telah diintervensi dengan ART masih dalam kondisi baik dan tanpa ada keluhan sakit dari anak yang telah ditambal.


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

9 x
Terbitan : 2000
Pembaruan : 2018-06-28T12:42:58Z


Kategori