Penelitian dan Pengembangan Metode Deteksi Dini Tindak Lanjut Dini Masalah Kesehatan Jiwa Masyarakat melalui Peran Serta Masyarakat di Jakarta

Penelitian ini merupakan studi operasional dengan disain "Community Trial" di Kelurahan Tebet Barat Jakarta Selatan, Kelurahan Palmerah Jakarta Barat dan Kelurahan Pademangan Jakarta Utara, dengan tujuan untuk mengetahui proses penerapan metode deteksi dan tindak lanjut dini masalah kesehatan jiwa melalui peran serta masyarakat serta kelebihan dan kekurangan metode. Hasil yang diperoleh adalah : 1. Penggerakan peran serta masyarakat yang positif dimulai dengan pendekatan interpersonal kepada pejabat Pemda dan Sektor Kesehatan. 2. Cara pengorganisasian kader yang memberikan hasil positif adalah dengan cara memanfaatkan anggota masyarakat yang sudah biasa aktif menjadi kader kesehatan. 3. Pelaksanaan pembekalan kader hanya dalam waktu sekali selama 2 hari tidak efektif dan penyelenggraan yang diadakan di luar kelurahan tidak berlangsung dengan lancar. 4. Pelaksanaan kegiatan deteksi dan tindak lanjut dini masalah kesehatan jiwa remaja oleh kader masih belum lancar karena pengetahuan dan kemampuan kader belum optimal serta kondisi psikososial dan sosial ekonomi yang tidak kondusif. 5. Pelaksanaan Pembinaan yang positif adalah dengan ara mengunjungi kader secara berkelompok dan membahas permasalahan secara bersama. 6. Pembinaan terhadap pelaksana pembina kader di Puskesmas juga menentukan berlangsungnya proses serta mutu pembinaan kader kesehatan jiwa. 7.Pelaksanaan metode deteksi dan tindak lanjut dini masalah kesehatan jiwa melalui peran serta masryarakat memberikan peluang dalam meningkatkan deteksi kasus. 8. Karakteristik kader yang berperan dalam pelaksanaan kegiatan deteksi dan tindak lanjut dini masalah kesehatan jiwa remaja di masyarakat adalah umur yaitu > 40 tahun, pendidikan SMA keatas, jenis kelamin wanita, pekerjaan ibu rumah tangga atau tidak/belum bekerja dan status sosial di mayarakat adalah pengurus Rt atau pengurus PKK dan mempunyai status kawin. Agar penerapan metode deeksi dan tindak lanjut masalah kesehatan jiwa remaja di masyarakat nantinya dapat memberikan hasil yang baik maka; Penggerakan peran serta masyarakat harus dimulai dengen pendekatan interpersonal kepada pejabat Pemda dan Sektor kesehatan disetiap tingkat pemerintahan dan pengorganisasian masyarakat sebaiknya dilakukan dengan cara memanfaatkan anggota masyarakat yang sudah biasa aktif menjadi kader kesehatan pada umumnya. Pembekalan materi dan kemampuan kader perlu dilakukan dengan lebih intensif dan memadai yang dilakukan secara periodik. Pembinaan perlu lebih ditingkatkan dan diaktifkan secara intensif dan terprogram serta diarahkan kepada kemandirian petugas dalam menangani permasalahan yang ditemukan. Pelaksanaan pembinaan sebaiknya dilakukan dengan cara mengunjungi kader secara berkelompok dan membahas permasalahan secara bersama. Untuk memilih kader kesehatan jiwa sebaiknya adalah mereka yang berumur > 40 tahun, pendidikan SMA keatas, jenis kelamin wanita, pekerjaan ibu rumah tangga atau tidak/belum bekerja dan status sosial di masyarakat adalah pengurus Rt atau pengurus PKK dan mempunyai status kawin.


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

9 x
Terbitan : 2001
Pembaruan : 2018-06-28T12:42:59Z


Kategori