Penelitian Mempersiapkan Plaju, Sumatera untuk Daerah Uji Coba Vaksin Tifoid

Untuk menilai daya lindung suatu vaksin di masyarakat diperlukan kelompok penduduk dengan insidensi demam tifoid yang cukup tinggi, dapat diawasi kesehatannya dengan mudah dan perpindahan penduduk relatif rendah. Keadaan tersebut diharapkan terdapat pada karyawan Pertamina dan keluarganya yang berada di kompleks Pertamina Plaju, Sumatera Selatan, karena karyawan dan keluarganya bila sakit dilayani dan diobati dengan cuma-cuma oleh perusahaan pada fasilitas kesehatan yang terbaik yang terdapat di daerah itu. Maka dilakukanlah sensus penduduk dan pengaturan sistem pelacakan untuk menentukan besarnya insidensi demam tifoid di daerah itu. Penentuan insidensi demam tifoid dilakukan dengan jalan mengambil darah vena yang memeriksa secara bakterilogis dari karyawan Pertamina dan keluarganya yang datang ke fasilitas kesehatan Pertamina, Plaju dengan gejala demam 3 hari atau lebih, dan bila kurang dari 3 tahun, antibiotik akan diberikan kepadanya. Penelitian dilakukan selama 1 tahun. Ternyata ada 26.048 penduduk Pertamina Plaju dan keluarganya yang tinggak di Palembang di beberapa lokasi yakni di dalam kompleks perumahan (Kampung Bali, Plaju, Bagus Kuning dan Kenten), di luar kompleks perumahan (tiga Ilir, Mariana, Seberang Ulu dan Seberang Ilir) dan yang tersebar di Kota Palembang. Dari hasil pemeriksaan kultur darah dari 1.597 orang penderita demam Tifoid selama 1 tahun diperoleh 174 (10,9%) S.typhi, 91 (5,7%) S.paratyphi A dan 2 (1,2%) Salmonella group C. Dengan demikian insidensi demam tifoid adalah 670 kasus per 100.000 penduduk per tahun. Ternyata di atas umur 44 tahun hampir tidak terdapat adanya demam tifoid. Oleh karena itu penduduk yang dipersiapkan untuk vaksinasi demam tifoid Ty21a ialah umru 3-4 tahun saja, karena kelompok inilah yang mempunyai resiko lebih besar untuk mendapat demam tifoid. Semua mereka dirandom secara individu ke dalam 4 kelompok untuk mendapatkan vaksin yakni; 25% vaksin kapsul enterik, 25% plasebo kapsul enterik, 25% vaksin kemasan bubuk dan 25% plasebo kemasan bubuk.


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

17 x
Terbitan : 1985
Pembaruan : 2018-06-28T12:42:59Z


Kategori