Penentuan Mutagenesis berbagai Zat Kimia dengan Bakteria untuk Kepentingan Manusia (Pendahuluan)

Dewasa ini sekitar 60.000 jenis bahan kimia digunakan sebagai bahan untuk obat-obatan, kosmetika, makanan, pupuk dalam proses industri dan lain-lain. Sekitar ratusan bahan ribuan diantaranya mempunyai efek sampingan yang membahayakan kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan diantaranya ialah efek karatogenik, teratogenik dan mutagenik. Penelitian ini bertujuan untuk menguasai ilmu dan teknik penentuan mutagenesis yang cepat memberi hasil dan dapat dikembangkan untuk kepentingan masyarakat. Penentuan mutagenesis dengan menggunakan prosedur skrining rutin, yaitu setiap zat diuji dengan 4 strain salmonella tiphimurium bakteri (koloni) dihitung dengan diberi/tanpa histidin setelah diinkubasi selamam 48 jam. Hasilnya digambarkan dengan kurva dosis-responsa. Suatu zat yang diuji memberi hasil positip bila menghasilkan dosis responsa yang reprodusible pada uji sekurang-kurangnya satu strian bakteri penguji. Telah dilakukan penelitian pendahuluan penentuan mutagenesis beberapa senyawa kimia yang merupakan mutagen diagnostik dan zat yang diduga mutagen, dengan bakteri salmonella typhimurium strain uji standar TA 97 a, TA 98, TA 100 dan TA 102. Strain uji yang diterima pertam-tama diperiksa dengan uji viabilitas, banyaknya reversi spontan konfirmasi genotipe strain yaitu mutasi yang dikandungnya penting untuk membuktikan keutuhan strain uji, Kemudian dilakukan uji reaksinya terhadap mutagen diagnostik. Salah satu strain, yaitu TA 97 a, ternyata tidak memenuhi uji reversi spontan dan telah menjadi peka terhadap ampisilin, sehingga tidak dapat digunakan. Perhatian utama harus ditujukan pula pada metoda pembiakan dan penyimpanan strain uji standar tersebut, agar tidak kehilangan mutasi yang diperlukan, pembuatan fraksi s9 dari hati tikus yang diinduksi dengan fenobarbital dan cara melakukan uji serta interpretasi hasilnya. Dalam percobaan telah digunakan untuk uji mutagenesis beberapa mutagen diagnostik yaitu daunimisin, 2-Aminofluoren, B-naftoflavon, nitroquinolin N-oksida, natrium azida dan beberapa zat lain, yaitu povidon fodiu, propuxor, isonikotonnilhidrazid, asentanilda dan vitamin B6.


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

21 x
Terbitan : 1986
Pembaruan : 2018-06-28T12:43:00Z


Kategori