Pengukuran Kadar Sekret IgA dengan Cara ELISA untuk Membantu Menegakkan Diagnosis Penyakit Pertusis

Diagnosis penyakit pertussis didasarkan pada gejala klinis yang khas dan kadang-kadang disertai isolasi kuman. Isolasi kuman pertussis memerlukan waktu 4-5 hari untuk pertumbuhan kumannya, maka untuk membantu menegakkan diagnosis penyakit ini, dicari suatu cara pemeriksaan yang lebih cepat, mudah dan sensitif dari cara yang digunakan sekarang. Kadar IgA terhadap pertussis, guna mendapatkan cara pemeriksaan yang lebih cepat, mudah dan sensitif dari cara yang sekarang digunakan. Kelompok studi sebanyak 211 orang anak-anak yang terdiri dari 135 orang tersangka penyakit pertussis dari 2 Rumah Sakit di Jakarta, 3 Puskesmas di Kodya Bandung, 46 orang dari daerah tersngka ada kejadian luar biasa (KLB) pertusis dan 30 orang adalah kelompok kelola. Pemeriksaan IgA dilakukan degan cara ELISA. Hasil positif pengukuran sekret IgA pada tersangka penderita pertusis bila dibandingkan dengan hasil isolasi kuman berbeda nyata, yaitu 62,1% berbanding 3,4% pada penderita yang berobat ke Rumah Sakit dan 29,3% berbanding 3,8% pada penderita yang datang ke Puskesmas. Pemeriksaan memebrikan hasil baik bila dilakukan mulai hari ke 7-14 setelah gejala penyakit timbul. Hasil positif kadar IgA dalam darah pada tersngka penderita pertusis di daerah KLB berbeda nyata bila dibandingkan dengan hasil pemeriksaan mikroaglutinasi dan isolasi kuman, yaitu 54,35% berbanding 36,96% dan 0%. Cara pengukuran kadar IgA dalam sekret atau darah dapat digunakan untuk memebantu diagnosis pertusis, baik di rumah sakit ataupun untuk konfirmasi adanya KLB pertusis.


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

22 x
Terbitan : 1985
Pembaruan : 2018-06-28T12:43:01Z


Kategori