Reaksi Kekebalan Anak-anak Sekolah Dasar terhadap Toksoid Difteri 2LF

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji coba vaksin difteri yang dimurnikan (vaksin Td 4 Lf/ml) untuk mengetahui tanggap kabel dari vaksin tersebut bila dibandingkan dengan vaksin lama (vaksin DT 40 Lf/ml). Sebagai kelompok kontrol dipergunakan vaksin tetanus (TT). Penelitian dilakukan pada 545 siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Bekasi, berusia antara 7-8 tahun. Vaksinasi sebanyak 2 dosis @ 0.5 cc diberikan secara intra-muskuler dengan selang waktu 4-6 minggu. Pengambilan darah vena sebanyak 1 cc dilakukan sebelum dan 2-3 bulan sesudah vaksinasi, kemudian diukur kadar antitoksin terhadap difteri dengan tehnik PHA. Hasil penelitian menunjukkan, kadar antitoksin difteri pada 253 siswa yang menerima vaksin Td meningkat dari 0.0159 HAU/ml menjadi 0.3827 HAU/ml, dengan sero konversi sebesar 96.3%. Sedangkan kadar antitoksin difteri pada 233 siswa yang menerima vaksin DT meningkat dari 0.0113 HAU/ml menjadi 0.456 HAU/ml, dengan sero-konversi sebesar 95%. Analisis statistik menunjukkan, reaksi kekebalan siswa terhadap toksoid difteri yang lebih murni (vaksin Td) tidak berbeda reaksinya dengan toksoid difteri yang lama (vaksin DT). Dengan didapatkan hasil yang tidak berbeda nyata dalam kemampuan menimbulkan tanggap kebalnya antara vaksin DT dan Td,maka vaksin yang baru tadi dapat dipergunakan untuk menggantikan vaksin yang lama.


Monograph NonPeerReviewed

Sumber Artikel


Data Artikel

22 x
Terbitan : 1986
Pembaruan : 2018-06-28T12:43:02Z


Kategori